Perbandingan Akurasi Berbagai Rumus Estimasi Tinggi Badan Berdasarkan Tinggi Lutut, Panjang Depa, dan Panjang Ulna terhadap Tinggi Badan Aktual
DOI:
https://doi.org/10.22487/hxjs8003Keywords:
Tinggi Badan, Tinggi Lutut, Panjang Depa, Panjang Ulna, Estimasi Tinggi Badan, AntropometriAbstract
Tinggi badan merupakan parameter antropometri penting dalam penilaian status gizi, namun pengukuran langsung tidak selalu dapat dilakukan sehingga diperlukan metode estimasi menggunakan tinggi lutut, panjang depa, dan panjang ulna. Penelitian ini bertujuanmembandingkan akurasi berbagai rumus estimasi tinggi badan terhadap tinggi badan aktual pada remaja putri usia 18–21 tahun. Penelitian menggunakan desain cross-sectionaldengan 40 responden yang dipilih secara purposive sampling. Pengukuran meliputi tinggi badan aktual, tinggi lutut, panjang depa, dan panjang ulna. Estimasi tinggi badan dihitung menggunakan rumus Chumlea dan Fatmah berdasarkan tinggi lutut, rumus WHO dan Fatmah berdasarkan panjang depa, serta rumus BAPEN dan Mulyasari berdasarkan panjang ulna. Analisis data dilakukan menggunakan Repeated Measures ANOVA, Post Hoc Bonferroni, serta analisis Mean Difference, Mean Absolute Error (MAE), dan Root Mean Square Error(RMSE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh rumusestimasi berbeda signifikan dengan tinggi badan aktual (p<0,05), kecuali rumus WHO berdasarkan panjang depa (p=1,000). Berdasarkan nilai MAE dan RMSE, rumus Fatmah berdasarkan tinggi lutut merupakan rumus paling akurat dengan nilai masing-masing 3,4325 cmdan 4,1 cm. Dengan demikian, rumus Fatmah berdasarkan tinggi lutut dan rumus WHO berdasarkan panjang depa dapat digunakan sebagai alternatif estimasi tinggi badan pada remaja putri usia 18–21 tahun.
Downloads
References
BAPEN (British Association for Parenteral and Enteral Nutrition). (2020). The MUST explanatory booklet: A guide to the Malnutrition Universal Screening Tool (MUST) for adults. British Association for Parenteral and Enteral Nutrition.
Bogin, B., & Varela-Silva, M. I. (2010). Leg length, body proportion, and health: A review with a note on beauty. International Journal of Environmental Research and Public Health, 7(3), 1047–1075. https://doi.org/10.3390/ijerph7031047
Cahyani, N. R., Putri, A. D., & Sari, M. P. (2024). Hubungan status gizi dan antropometri pada remaja putri usia akhir. GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan, 8(1), 45–53.
Cereda, E., Vanotti, A., & Caccialanza, R. (2021). Anthropometric assessment and estimation of stature in clinical practice. Clinical Nutrition ESPEN, 42, 1–7. https://doi.org/10.1016/j.clnesp.2021.01.010
Chumlea, W. C., Roche, A. F., & Steinbaugh, M. L. (1985). Estimating stature from knee height for persons 60 to 90 years of age. Journal of the American Geriatrics Society, 33(2), 116–120. https://doi.org/10.1111/j.1532-5415.1985.tb02276.x
Fatmah, Hardinsyah, Boedhi-Darmojo, R., & Setiati, S. (2008). Model prediksi tinggi badan lansia etnis Jawa berdasarkan tinggi lutut, panjang depa, dan tinggi duduk. Majalah Kedokteran Indonesia, 58(12), 509–516.
Hasanah, U., Yuliana, D., & Permatasari, I. (2025). Hubungan tinggi lutut dengan tinggi badan pada remaja putri. GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan, 9(1), 12–20.
Lahner, C. R., Kassier, S. M., & Veldman, F. J. (2016). Estimation of true height: A study in population-specific measuring methods among South African adults. South African Journal of Clinical Nutrition, 29(1), 27–32. https://doi.org/10.1080/16070658.2016.1198616
Li, Y. F., et al. (2025). Age trend and risk factors of height loss in Chinese adults over 40 years old. Frontiers in Public Health, 13.
Madden, A. M., Smith, S., & Ash, S. (2020). Improved prediction equations for estimating height in ethnically diverse adults from ulna length. Clinical Nutrition, 39(4), 1252–1258. https://doi.org/10.1016/j.clnu.2019.05.022
Mulyasari, I., & Purbowati, P. (2018). Lingkar lengan atas dan panjang ulna sebagai parameter antropometri untuk memperkirakan berat badan dan tinggi badan orang dewasa. Jurnal Gizi Indonesia(The Indonesian Journal of Nutrition),7(1),30–36. https://doi.org/10.14710/jgi.7.1.30-36
Pandey, A., Gupta, R., & Singh, P. (2018). Correlation of arm span and stature in young adults. International Journal of Community Medicine and Public Health, 5(5), 1970–1974. https://doi.org/10.18203/2394-6040.ijcmph20181693
Papadopoulou, A., Margari, N., & Kontogianni, M. D. (2024). The accuracy of height prediction equations in Greek adults using ulna length, knee height and demi-span measurements. Nutrients, 16(13), 2062. https://doi.org/10.3390/nu16132062
Ramos-Jiménez, A., Hernández-Torres, R. P., Chávez-Guevara, I. A., Alvarez-Sanchez, J. A., García-Villalvazo, M. A., & Murguía-Romero, M. (2022). Anthropometric equations to determine maximum height in adults ≥60 years: A systematic review. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(9), 5072. https://doi.org/10.3390/ijerph19095072
Ramos-Jiménez, A., Hernández-Torres, R. P., Wall-Medrano, A., & Villalobos-Molina, R. (2022). Anthropometric equations to determine maximum height in older adults: A systematic review. Archives of Gerontology and Geriatrics Plus, 2, 100071. https://doi.org/10.1016/j.argp.2022.100071
Riski, F., Kartasurya, M. I., & Pradigdo, S. F. (2018). Penggunaan tinggi lutut dan panjang depa sebagai prediktor tinggi badan dan indeks massa tubuh pada lansia di Kelurahan Sambiroto Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(5), 378–387.
Srikrajang, S., et al. (2024). Association between height-changing scores and risk of sarcopenia in older adults. Healthcare, 12(10), 1005.
Suffandini, A. (2019). Hubungan tinggi lutut dengan tinggi badan pada lansia wanita. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 14(2), 85–91.
Wiboworini, B. (2018). Korelasi panjang depa dan tinggi lutut terhadap tinggi badan lansia perempuan. Media Gizi Indonesia, 13(1), 56–63.
World Health Organization. (1995). Physical status: The use and interpretation of anthropometry. Report of a WHO Expert Committee. World Health Organization.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4.0 International License
All articles published Open Access are free for everyone to read and download. Under the CC-BY-SA license, authors retain ownership of the copyright for their article, but authors grant others permission to use the content of publications in Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan in whole or in part provided that the original work is properly cited.
Users (redistributors) of Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan are required to cite the original source, including the author's names, Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan as the initial source of publication, year of publication, and volume number.












.png)

.png)
1.png)


