Perbandingan Akurasi Berbagai Rumus Estimasi Tinggi Badan Berdasarkan Tinggi Lutut, Panjang Depa, dan Panjang Ulna terhadap Tinggi Badan Aktual

Authors

  • Afiska Prima Dewi Program Studi Gizi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Adila, Bandar Lampung, Indonesia https://orcid.org/0000-0002-8117-3573
  • Ritma Dewanti Program Studi Gizi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Adila, Bandar Lampung, Indonesia
  • Wiwi Febriani Program Studi Gizi, Universitas Lampung, Bandar Lampung, Indonesia
  • Ramadhana Komala Program Studi Gizi, Universitas Lampung, Bandar Lampung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22487/hxjs8003

Keywords:

Tinggi Badan, Tinggi Lutut, Panjang Depa, Panjang Ulna, Estimasi Tinggi Badan, Antropometri

Abstract

Tinggi badan merupakan parameter antropometri penting dalam penilaian status gizi, namun pengukuran langsung tidak selalu dapat dilakukan sehingga diperlukan metode estimasi menggunakan tinggi lutut, panjang depa, dan panjang ulna. Penelitian ini bertujuanmembandingkan akurasi berbagai rumus estimasi tinggi badan terhadap tinggi badan aktual pada remaja putri usia 18–21 tahun. Penelitian menggunakan desain cross-sectionaldengan 40 responden yang dipilih secara purposive sampling. Pengukuran meliputi tinggi badan aktual, tinggi lutut, panjang depa, dan panjang ulna. Estimasi tinggi badan dihitung menggunakan rumus Chumlea dan Fatmah berdasarkan tinggi lutut, rumus WHO dan Fatmah berdasarkan panjang depa, serta rumus BAPEN dan Mulyasari berdasarkan panjang ulna. Analisis data dilakukan menggunakan Repeated Measures ANOVA, Post Hoc Bonferroni, serta analisis Mean Difference, Mean Absolute Error (MAE), dan Root Mean Square Error(RMSE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh rumusestimasi berbeda signifikan dengan tinggi badan aktual (p<0,05), kecuali rumus WHO berdasarkan panjang depa (p=1,000). Berdasarkan nilai MAE dan RMSE, rumus Fatmah berdasarkan tinggi lutut merupakan rumus paling akurat dengan nilai masing-masing 3,4325 cmdan 4,1 cm. Dengan demikian, rumus Fatmah berdasarkan tinggi lutut dan rumus WHO berdasarkan panjang depa dapat digunakan sebagai alternatif estimasi tinggi badan pada remaja putri usia 18–21 tahun.

Downloads

Download data is not yet available.

References

BAPEN (British Association for Parenteral and Enteral Nutrition). (2020). The MUST explanatory booklet: A guide to the Malnutrition Universal Screening Tool (MUST) for adults. British Association for Parenteral and Enteral Nutrition.

Bogin, B., & Varela-Silva, M. I. (2010). Leg length, body proportion, and health: A review with a note on beauty. International Journal of Environmental Research and Public Health, 7(3), 1047–1075. https://doi.org/10.3390/ijerph7031047

Cahyani, N. R., Putri, A. D., & Sari, M. P. (2024). Hubungan status gizi dan antropometri pada remaja putri usia akhir. GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan, 8(1), 45–53.

Cereda, E., Vanotti, A., & Caccialanza, R. (2021). Anthropometric assessment and estimation of stature in clinical practice. Clinical Nutrition ESPEN, 42, 1–7. https://doi.org/10.1016/j.clnesp.2021.01.010

Chumlea, W. C., Roche, A. F., & Steinbaugh, M. L. (1985). Estimating stature from knee height for persons 60 to 90 years of age. Journal of the American Geriatrics Society, 33(2), 116–120. https://doi.org/10.1111/j.1532-5415.1985.tb02276.x

Fatmah, Hardinsyah, Boedhi-Darmojo, R., & Setiati, S. (2008). Model prediksi tinggi badan lansia etnis Jawa berdasarkan tinggi lutut, panjang depa, dan tinggi duduk. Majalah Kedokteran Indonesia, 58(12), 509–516.

Hasanah, U., Yuliana, D., & Permatasari, I. (2025). Hubungan tinggi lutut dengan tinggi badan pada remaja putri. GHIDZA: Jurnal Gizi dan Kesehatan, 9(1), 12–20.

Lahner, C. R., Kassier, S. M., & Veldman, F. J. (2016). Estimation of true height: A study in population-specific measuring methods among South African adults. South African Journal of Clinical Nutrition, 29(1), 27–32. https://doi.org/10.1080/16070658.2016.1198616

Li, Y. F., et al. (2025). Age trend and risk factors of height loss in Chinese adults over 40 years old. Frontiers in Public Health, 13.

Madden, A. M., Smith, S., & Ash, S. (2020). Improved prediction equations for estimating height in ethnically diverse adults from ulna length. Clinical Nutrition, 39(4), 1252–1258. https://doi.org/10.1016/j.clnu.2019.05.022

Mulyasari, I., & Purbowati, P. (2018). Lingkar lengan atas dan panjang ulna sebagai parameter antropometri untuk memperkirakan berat badan dan tinggi badan orang dewasa. Jurnal Gizi Indonesia(The Indonesian Journal of Nutrition),7(1),30–36. https://doi.org/10.14710/jgi.7.1.30-36

Pandey, A., Gupta, R., & Singh, P. (2018). Correlation of arm span and stature in young adults. International Journal of Community Medicine and Public Health, 5(5), 1970–1974. https://doi.org/10.18203/2394-6040.ijcmph20181693

Papadopoulou, A., Margari, N., & Kontogianni, M. D. (2024). The accuracy of height prediction equations in Greek adults using ulna length, knee height and demi-span measurements. Nutrients, 16(13), 2062. https://doi.org/10.3390/nu16132062

Ramos-Jiménez, A., Hernández-Torres, R. P., Chávez-Guevara, I. A., Alvarez-Sanchez, J. A., García-Villalvazo, M. A., & Murguía-Romero, M. (2022). Anthropometric equations to determine maximum height in adults ≥60 years: A systematic review. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(9), 5072. https://doi.org/10.3390/ijerph19095072

Ramos-Jiménez, A., Hernández-Torres, R. P., Wall-Medrano, A., & Villalobos-Molina, R. (2022). Anthropometric equations to determine maximum height in older adults: A systematic review. Archives of Gerontology and Geriatrics Plus, 2, 100071. https://doi.org/10.1016/j.argp.2022.100071

Riski, F., Kartasurya, M. I., & Pradigdo, S. F. (2018). Penggunaan tinggi lutut dan panjang depa sebagai prediktor tinggi badan dan indeks massa tubuh pada lansia di Kelurahan Sambiroto Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(5), 378–387.

Srikrajang, S., et al. (2024). Association between height-changing scores and risk of sarcopenia in older adults. Healthcare, 12(10), 1005.

Suffandini, A. (2019). Hubungan tinggi lutut dengan tinggi badan pada lansia wanita. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 14(2), 85–91.

Wiboworini, B. (2018). Korelasi panjang depa dan tinggi lutut terhadap tinggi badan lansia perempuan. Media Gizi Indonesia, 13(1), 56–63.

World Health Organization. (1995). Physical status: The use and interpretation of anthropometry. Report of a WHO Expert Committee. World Health Organization.

Downloads

Published

2026-06-25

Issue

Section

Articles

How to Cite

Perbandingan Akurasi Berbagai Rumus Estimasi Tinggi Badan Berdasarkan Tinggi Lutut, Panjang Depa, dan Panjang Ulna terhadap Tinggi Badan Aktual. (2026). Ghidza: Jurnal Gizi Dan Kesehatan, 10(1), 184-191. https://doi.org/10.22487/hxjs8003

Similar Articles

1-10 of 113

You may also start an advanced similarity search for this article.