Pengaruh Pemberian Jus Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) Terhadap Penurunan Tekanan Darah

Article History

Submited : June 17, 2020
Published : June 17, 2020

Latar Belakang: Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang perlu diperhatikan karena angka prevalensinya yang tinggi. Buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) mengandung kalium, flavonoid, dan vitamin C yang dapat menurunkan tekanan darah. Kulit buah naga mengandung zat pentacyclic, triyepene, dan taraxast yang dapat melenturkan pembuluh darah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan membuktikan pengaruh pemberian jus buah naga merah dengan penambahan kulit buah naga merah sebanyak 20% terhadap penurunan tekanan darah. Metode: Jenis penelitian ini adalah quacy experimental dengan rancangan non equivalent control group design. Penelitian ini menggunakan 36 subjek berusia 18-40 tahun, dengan tekanan darah optimal, normal, dan normal tinggi. Subjek penelitian kemudian dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Kelompok perlakuan diberi jus buah naga merah sebanyak 200 ml yang berasal dari 100 gram daging buah naga merah dan kulit buah naga merah sebanyak 20% yang diberikan 2 kali sehari selama 3 hari. Pada kelompok kontrol tidak diberi perlakuan, hanya dilakukan kontrol tekanan darah pretest dan posttest.Analisis statisitik menggunakan uji Independent t-test, Mann-Whitney, Dependent t-test dan Wilcoxon. Hasil: Kelompok perlakuan mengalami penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik sebesar 6,11 ± 6,31 mmHg (p=0,002) dan 3,33 ± 4,53 mmHg (p=0,189). Kesimpulan: Pemberian jus buah naga merah dengan penambahan kulit buah naga merah sebanyak 20% efektif dalam menurunkan tekanan darah sistolik.

Anggraini, A., & dkk. (2009). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Hipertensi pada Pasien yang Berobat di Poliklinik Dewasa Puskesmas Bangkinang Periode Januari sampai Juni 2008 . Dalam Laporan Penelitian . Riau: Fakultas Kesehatan Universitas Riau.

Boxtel, C. (2001). Drug Benefits and Risks: International Textbook of Clinical Pharmacology. 502.

Dinas Kesehatan Kabupaten Jember. (2015). Angka Kejadian Hipertensi di Kabupaten Jember Tahun 2015. Jember: Dinas Kesehatan Kabupaten Jember .

Grafika, S. (2011). Pengaruh Jus Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Terhadap Tekanan Darah Normal Pada Perempuan Dewasa. Dalam Karya Tulis Ilmiah. Bandung: Universitas Kristen Maranatha.

Granger, J., Alexander, B., Llinas, M., Bennett , W., & Khalil , R. (2001). Pathophysiology of Hypertension During Preeclampsia Linking Placental Ischemia with Endothelial Disfunction. Retrieved Desember 13, 2017, from Research Report: http://hyper.ahajournals.org/content/38/3/718.long

Handayani, S. (2014). Kandungan Kimia Beberapa Tanaman dan Kulit Buah Berwarna serta Manfaatnya Bagi Kesehatan. Dalam Laporan Penelitian. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Harawati, N. (2012). Pemberian Minuman Fungsional Berbasis Ekstrak Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus), Rosela (Hibiscus sabdariffa L.) dan Buah Salam (Syzygium polyanthum wigh walp). Dalam Skripsi. Jember: Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember.

Higdon, J. (2013). Vitamin C. Retrieved Januari 23, 2016, from Research Report: http://lpi.oregonstate.edu/mic/vitamins/vitamin-C.

Kanner, J., Harel, S., & Granit, R. (2001). Betalains a New Class of Dietary Cationized Antioxidants. Journal of Agriculture and Food Chemistry, 49, 5178-5185.https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11714300. [December 13, 2017].

Kementerian Kesehatan RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar . Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Indonesia Kementerian Kesehatan Republik Indonesia .

Khalili, d. (2006). Proximate Composition and Selected Mineral Determination in Organically Grown Red Pitaya (Hylocereus sp.). Dalam Research Report. Malaysia: Universitas Zainal Abidin.

Kumala, M. (2014). Peran Diet Dalam Pencegahan dan Terapi Hipertensi. Dalam Laporan Penelitian. Jakarta: Bagian Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara.

Kusnul, Z., & Munir, Z. (2012). Efek Pemberian Jus Mentimun Terhadap Penurunan Tekanan Darah. Dalam Laporan Penelitian. Jombang: Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum.

Le Belle, F., Vaillant, F., & Imbert, E. (2006). Pitahaya (Hylocereus spp): A new fruit crop, a market with a future. Journal of Fruits, 61, 237-250.https://www.cambridge.org/core/services/aop-cambridgecore. [December 13, 2017].

Martiningsih. (2011). Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Terjadinya Hipertensi Primer pada Pasien di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Bima Ditinjau Dari Perspektif Self-Care Orem. Dalam Tesis. Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia.

Norhayati, A. (2006). Komposisi Kimia dan Aktivis Antioksidan Buah Pitaya Merah (Hylocereus Sp.) dan Kesan Atas Paras Glukosa dan Profil Llpid Tikus yang Diaruh Hiperglisemia. Retrieved Maret 22, 2016, from Thesis Master Sains: http://www.lib.upm.edu.my.

Panjuantiningrum, F. (2009). Pengaruh Pemberian Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Terhadap Kadar Glukosa Darah Tikus Putih Yang Diinduksi Aloksan. Dalam Skripsi. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Prat, H. (2007). Relationshipp between Oxidative Stress and Essential Hypertension. Dalam Research Report. Santiago, Chile: University of Chile.

Siswoyo, R. (2013). Tumpas Penyakit Dengan Buah dan Sayuran Warna Ungu. Yogyakarta: Sakti.

Sunarti, d. (2007). Hubungangan Antara Homosistein dan Nitrit Oksid Pada Hipertensi Esensial di Jawa Tengah Indonesia. Dalam Laporan Penelitian. Yogyakarta: Bagian Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada.

Wahyuni, & Eksanoto, D. (2013). Hubungan Tingkat Pendidikan Jenis Kelamin dengan Kejadian Hipertensi di Kelurahan Jagalan di Wilayah Kerja Puskesmas Pucang Sawit Surakarta. Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia.

Winarsih, H. (2013). Deteksi Aging Pada Perempuan Berdasarkan Status Antioksidan. Dalam Laporan Penelitian. Jakarta: Fakultas Kedokteran dan Ilmu- Ilmu Kesehatan Jurusan Ilmu Gizi Universitas Soedirman
Nisa, F., Ningtyias, F., & Sulistiyani, S. (2020). Pengaruh Pemberian Jus Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) Terhadap Penurunan Tekanan Darah. Ghidza: Jurnal Gizi Dan Kesehatan, 3(1), 12-18. https://doi.org/10.22487/ghidza.v3i1.15
Fulltext