Identifikasi Kimia Serta Gambaran Pengetahuan Siswa Terhadap Boraks, Formalin dan Rhodamine-B Pada Jajanan Di SMA Muhammadiyah 1 Gresik

Article History

Submited : April 18, 2022
Published : July 22, 2022

Saat ini, penggunaan bahan kimia berbahaya sebagai bahan tambahan pangan (BTP) masih menjadi masalah besar bagi Indonesia. BTP yang marak digunakan oleh produsen jajanan adalah boraks, formalin dan rhodamine-B. Banyak kasus keamanan pangan yang kurang terjamin ditemukan di lingkungan sekolah dengan konsumen terbanyak adalah siswa. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi ketiga BTP serta menganalisa pengetahuan siswa tentang BTP dan cara deteksi bahan kimia berbahaya pada makanan. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif. Metode identifikasi kimia pada penelitian ini menggunakan tes kit boraks, formalin dan rhodamine B. Pengukuran tingkat pengetahuan dilakukan dengan cara memberikan kuisioner pada siswa. Sampel penelitian ini adalah 8 jenis jajanan yang paling banyak terjual  di lingkungan SMA Muhammadiyah 1 Gresik serta 19 responden siswa SMA tersebut dengan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil analisa secara kimia diperoleh hasil bahwa sebanyak 12,5% sampel mengandung boraks, 25% mengandung formalin dan 12,5% terdapat rhodamine-B. Jenis sampel yang terdeteksi ada bahan kimia berbahaya adalah sosis dan minuman bewarna terang. Selanjutnya, dari 19 responden diperoleh hasil sebanyak 87,21% siswa memiliki pengetahuan yang baik tentang BTP sedangakn 58% siswa menunjukkan kurang memiliki pengetahuan identifikasi bahan kimia pada pangan.  Dengan adanya jajanan yang masih mengandung formalin dan rhodamine-B serta pengetahuan siswa yang kurang tentang cara deteksi bahan kimia tersebut, maka diharapkan pihak sekolah memberikan edukasi yang optimal kepada siswa sehingga dapat mencegah dampak penyakit yang ditimbukan akibat mengkonsumsi jajanan yang kurang bergizi.

Chikmah, A. M., & Maulida, I. (2019). Identifikasi Bahan Tambahan Pangan yang Berbahaya (Rhodamin B dan Borak) pada Jajanan di Lingkungan Jl. Kartini Kecamatan Tegal Timur Kota Tegal. Parapemikir: Jurnal Ilmiah Farmasi, 8(2), 1–4.
Dasni, W. O. (2018). Analisis Kualitatif Kandungan Bahan Tambahan Pangan Berbahaya Rhodamin B Pada Saus Tomat Di Sepanjang Jalan Malioboro [PhD Thesis]. Universitas Alma Ata Yogyakarta.
Dewi, L. B. K. (2019). Aplikasi Deteksi Boraks, Formalin Dan Rodamin B Menggunakan Bahan Yang Mudah Didapat, Disosialisasikan Pada Siswa SMPN 1 Jonggat Kabupaten Lombok Tengah. Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo, 1(1), 41–46.
Dianti, T. (2018). Analisis Kandungan Boraks dan Formalin serta Pengetahuan dan Sikap Mengenai Makanan Jajanan Bakso di Sekolah Dasar (SD) Kelurahan Mabar Kecamatan Medan Deli Tahun 2018.
Hardiyantari, B. E., Putri Luhurningtyas, F., & Dyahariesti, N. (2020). Identifikasi Zat Warna Rhodamin B Pada Saos Jajanan Yang Beredar Di Sekolah Dasar Kecamatan Ungaran Barat Menggunakan Metode Rapid Test Kit Dan Kromatografi Lapis Tipis [PhD Thesis]. Universitas Ngudi Walyo.
Irawan, I., & Ani, L. S. (2016). Prevalensi kandungan rhodamin B, formalin, dan boraks pada jajanan kantin serta gambaran pengetahuan pedagang kantin di sekolah dasar kecamatan Susut Kabupaten Bangli. E-Jurnal Medika Udayana, 5(11), 1–6.
Karromah, F. L. (2019). Analisis Kadar Methanyl Yellow Dan Formalin Pada Mi Basah Di Beberapa Pasar Daerah Driyorejo Gresik.
Latif, V. N., & Priharwanti, A. (2020). Studi Kajian Kandungan Bahan. Pena Medika Jurnal Kesehatan, 10(1).
Masthura, M. (2019). Identifikasi Rhodamin B Dan Methanyl Yellow Pada Manisan Buah Yang Beredar Di Kota Banda Aceh Secara Kualitatif. AMINA, 1(1), 39–44.
Ningsih, I. (2011). Gambaran Penggunaan Pewarna Sintetis Rhodamin B dan Metanhil Yellow pada Makanan dan Minuman Jajanan di Pasar Sentral Makassar Tahun 2011 [PhD Thesis]. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
Nuraini, S. (2017). Analisis Kandungan Bahan Tambahan Dilarang Pada Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) di Sekolah Dasar Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung. Jurnal Analis Kesehatan, 5(1), 490–493.
Payu, M. (2014). Analisis Boraks pada Mie Basah yang Dijual di Kota Manado. PHARMACON, 3(2).
Putri, Y. S. (2017). Analisis Kualitatif Penggunaan Rhodamin B Pada Saus Cilok Di Pedagang Kaki Lima Se-Kota Mataram [PhD Thesis]. Universitas Mataram.
Rahayu, N. S. (2011). Tingkat Pengetahuan Para Ibu Tentang Keamanan Pangan Pada Penggunaan Bahan-Bahan Tambahan Pangan Dalam Produk Makanan Yang Sering Dikonsumsi. PROCEEDING.
Rofieq, A., Dewangga, E. P., & Lubis, M. H. (2017). Analisis Bahan Tambahan Pangan Berbahaya Dalam Jajanan Di Lingkungan Sekolah Menengah Atas Propinsi Jawa Timur Indonesia.
Safitri, L. N., Subandriani, D. N., Noviardhi, A., Rahayuni, A., & Rahmawati, A. Y. (2019). Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Pedagang Jajanan Anak Sekolah Terhadap Penggunaan Formalin Dan Boraks Di SD Negeri Wilayah Pedurungan Kota Semarang. Jurnal Riset Gizi, 7(1), 28–33.
Sajiman, S., Nurhamidi, N., & Mahpolah, M. (2015). Kajian bahan berbahaya formalin, boraks, rhodamin b dan methalyn yellow pada pangan jajanan anak sekolah di Banjarbaru. Jurnal Skala Kesehatan, 6(1).
Suhada, S. (2017). Identifikasi Kandungan Formalin Pada Bakso Yang Beredar Di Enam Pasar Tradisional Bandar Lampung [PhD Thesis]. UIN Raden Intan Lampung.
Yulianti, C. H. (2021). Comparison of Formalin Detection Test in Foods using Antilin Reagent and Formalin Rapid Test Kit (Labtest). Journal Pharmasci (Journal of Pharmacy and Science), 6(1), 53–58.
Tiadeka, P., Solikhah, D., & Karimah, M. (2022). Identifikasi Kimia Serta Gambaran Pengetahuan Siswa Terhadap Boraks, Formalin dan Rhodamine-B Pada Jajanan Di SMA Muhammadiyah 1 Gresik. Ghidza: Jurnal Gizi Dan Kesehatan, 6(1), 80-93. https://doi.org/10.22487/ghidza.v6i1.487
Fulltext