Uji Daya Terima Kue Talam dengan Penambahan Ubi Jalar Ungu dan Kacang Hijau sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada Balita Underweight

Authors

  • Afiqah Nur Apiani Program Studi Pendidikan Profesi Dietisien, Poltekkes Kemenkes Makassar, Makassar, Indonesia
  • Aswita Amir Program Studi Pendidikan Profesi Dietisien, Poltekkes Kemenkes Makassar, Makassar, Indonesia
  • Thresia Dewi Kartini Berek Program Studi Pendidikan Profesi Dietisien, Poltekkes Kemenkes Makassar, Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22487/xg6c2209

Keywords:

Underweight, Kue Talam, Ubi Jalar Ungu, Kacang Hijau, Daya Terima, Pemberian Makanan Tambahan (PMT)

Abstract

Balita dengan status underweight masih menjadi permasalahan gizi yang berkaitan dengan ketidakseimbangan antara konsumsi energi dan zat gizi yang dibutuhkan, terutama pada masa awal pertumbuhan. Pengembangan pangan lokal berbasis bahan bergizi sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) merupakan upaya yang berpotensi dalam meningkatkan status gizi balita. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat penerimaan serta kandungan gizi kue talam berbahan dasar ubi jalar ungu dan kacang hijau sebagai alternatif PMT bagi balita underweight. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif eksperimental dengan tiga formulasi, yaitu F1 (25% ubi jalar ungu : 75% kacang hijau), F2 (50% : 50%), dan F3 (75% : 25%). Uji daya terima dilakukan melalui uji hedonik kepada 50 panelis agak terlatih dalam menilai warna, aroma, tekstur, dan rasa. Analisis komposisi gizi dihitung menggunakan TKPI 2020 dan dinyatakan dalam persentase kontribusi terhadap Angka Kecukupan Gizi (AKG) anak usia 1–5 tahun. Hasil menunjukkan adanya perbedaan bermakna pada seluruh atribut sensori antar formulasi (p<0,05). Formula F3 menjadi yang paling disukai berdasarkan keseluruhan aspek sensori nilai tertinggi pada warna, aroma, tekstur, dan rasa. Analisis gizi menunjukkan bahwa satu porsi kue talam (20 g) pada kelompok usia 1–3 tahun memberikan kontribusi energi 3,15%, protein 5,2%, lemak 0,73%, karbohidrat 4,09%, serat 0,94%, zat besi 2,57%, dan vitamin C 0,8%. Pada usia 4–5 tahun, kontribusinya masing-masing sebesar 3,04%, 4,16%, 0,66%, 4%, 0,9%, 1,8%, dan 0,7%. Produk ini berpotensi digunakan sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal yang dapat memenuhi kebutuhan energi dan protein serta mendukung peningkatan status gizi balita underweight

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alamsah, D. (2022). Pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber pemenuhan gizi masyarakat Desa Pasir Gombong. Pangan Lokal, 4(2), 2003–2005. https:/ /ethese s.uinmat aram.ac.id/4 279/1/Anisa%20Fikriyani%20180110089.pdf

Aulia, K., Kisnawaty, S. W., & Kurnia, P. (2025). Analisis kadar protein dan uji hedonik pada cookies berbasis tepung singkong dan tepung kacang hijau sebagai alternatif PMT untuk stunting. Jurnal SAGO: Gizi dan Kesehatan, 11(3), 578–587. https://doi.org/10.30867/gikes.v6i3.2705

Desiana, Z. R., Rakhma, L. R., & Kisnawaty, S. W. (2025). Analisis efektivitas pemberian makanan tambahan terhadap indeks BB/U balita underweight. Holistik Jurnal Kesehatan, 19(6), 1652–1663. https://e-jurnal.iphorr.com/index.php/hjk/article/view/1211

Escobedo-Monge, M. F., Parodi-Román, J., Escobedo-Monge, M. A., & Marugán-Miguelsanz, J. M. (2025). The biological value of proteins for pediatric growth and development: A narrative review. Nutrients, 17(13), 1–23. https://doi.org/10.3390/nu17132221

Fitria, L., & Retnaningsih, R. (2025). Lokal terhadap status gizi pada balita gizi kurang di wilayah kerja Ponkesdes Wotgalih Yosowilangun, Lumajang. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(2), 9482–9488.

Fitriana, A., Stianto, M., Fatimah, S., Lianawati, F., & Suroyya, N. F. (2026). Pengaruh pemberian bubur kacang hijau untuk meningkatkan berat badan balita dengan bawah garis merah. Journal of Midwifery Care, 6(2), 171–178. https://doi.org/10.34305/jmc

Galus, M. O., & Kefi, V. E. (2026). Efektivitas program pemberian makanan tambahan lokal terhadap perbaikan status gizi balita underweight berdasarkan Z-score berat badan terhadap umur di Puskesmas Batu Cermin. The Indonesia Journal of General Medicine, 38(1), 1–8.

Hairunnisah, Suminah, & Wiboworini, B. (2025). Hubungan asupan protein dan kekurangan pangan dengan kejadian underweight pada balita usia 12–59 bulan di Kabupaten Bima. Jurnal SAGO, 5(2), 344–350. https://doi.org/10.30867/gikes.v6i1.2375

Hidayanty, H., Zakaria, Manjilala, Sukmawati, & Salsabila, N. M. (2025). Uji daya terima cookies substitusi kelor dan bit sebagai alternatif pencegahan anemia pada remaja. Jurnal Gizi Masyarakat Indonesia, 14(2).

Imro’atul Mufidah, L., Nengah, I., Komalyna, T., & Setyobudi, S. I. (2022). Pengembangan formula berbasis biskuit PMT dan ubi jalar ungu sebagai alternatif makanan tambahan untuk balita dengan berat badan tidak naik 2 kali berturut-turut (2T). Jurnal Riset Gizi, 10(1).

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang standar antropometri penilaian status gizi anak.

Kusuma, M., & Achyar, K. (2025). Hubungan pemberian makanan tambahan (PMT) lokal dengan kenaikan tinggi badan pada balita stunting usia 24–59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Jeruklegi II tahun 2024. Jurnal Berita Kesehatan, 17(1), 220–234. https:/ /doi.or g/10.58294/jbk.v17i1.264

Lamana, A., Setyani, D., & Kurniatin, L. F. (2025). The effect of providing local supplementary food on the weight of toddlers below the red line in the Batang Lupar Kapuas Hulu Health Center. Jurnal Medicare, 4(4), 699–707. https://doi.org/10.62354/jurnalmedicare.v4i4.250

Lismayanti, L., Tasikmalaya, U. M., & Keperawatan, I. (2025). Efektivitas pemberian makanan tambahan (PMT) bahan pangan lokal upaya mengurangi terjadinya stunting pada balita. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 2(6), 945–950.

Luh, N., Evayanti, G., Armini, N. W., Tedjasulaksana, R., & Kemenkes, P. (2025). Gambaran status gizi kurang dan berat badan kurang pada balita diberikan makanan tambahan berbahan pangan lokal. Jurnal Medika Husada, 8(2), 23–30.

M. Darmawan, Megasari, R., & Khairun Mutia, A. (2025). Pemanfaatan pati ubi jalar ungu sebagai alternatif pengental alami saus tomat. Wanatani, 5(2), 157–170. https://do i.org/10.515 74/wanatani.v5i2.557

Timba, F. N. S., Mingga, E. D., Watu, F. W., et al. (2026). Pemberian makanan tambahan dari kacang hijau sebagai solusi lokal mengatasi stunting di Desa Ladolaka. Jurnal Pengabdian Banita, 6(1), 4–7.

Neda, Z. A., Puspita, T., & Aroni, H. (2026). Analisis formulasi dan mutu gizi barongko “BAGOBEAN” berbasis pangan lokal sebagai strategi intervensi makanan tambahan bagi balita wasting. Sehat Rakyat, 5(1), 260–274. https://doi.org/10.54259/sehatrakyat.v5i1.6608

Nita, A., Lubis, Y., Savitri, D. I., et al. (2025). Studi kasus gizi kurang pada anak usia 49 bulan di Desa Geulumpang Sulu Timu. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh, 4(1), 129–143.

Pangaribuan, A. R., et al. (2025). Sosialisasi dan pemberian PMT kukis ubi ungu sebagai upaya peningkatan kreativitas pengolahan makanan di Desa Kemiri. Jurnal Pengabdian Dalam Negeri, 3(4), 168–179. https://doi.org/10.61132/ardhi.v3i4.1443

Rahmawati, D., Sudiarti, T., & Fitri, Y. F. (2023). Analisis hasil pemberian makanan tambahan lokal di Pos Gizi pada balita underweight di Kota Tangerang. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia, 6(11), 1–12. https://doi.org/10.56338/mppki.v6i11.4184

Sorokowska, A., et al. (2024). Olfactory performance and odor liking in children. Nutrition Journal, 23(1), 105. https://doi.org/10.1186/s12937-024-01011-6

Styaningrum, S. D., Sari, M., & Desty, E. (2023). Analisis warna, tekstur, organoleptik serta kesukaan pada kukis growol dengan variasi penambahan inulin. Ilmu Gizi Indonesia, 6(2), 115–124.

Tan, X., Abdul Shukor, S. F., & Soh, K. G. (2024). Visual cues, liking, and emotional responses. Foods, 13(20), 3294. https://doi.org/10.3390/foods13203294

Urufia, N. W. O., et al. (2024). Deteksi dini status gizi anak umur 0–60 bulan. Jurnal Kolaboratif Sains, 7(8), 3398–3405. https://doi.org/10.56338/jks.v2i1.671

Utami, T. H., & Hidayati, L. (2025). Efektivitas pemberian makanan tambahan terhadap kejadian underweight. JMK Yayasan RS Dr. Soetomo, 11, 133–145.

Vindianti, R., et al. (2024). Daya terima dan kandungan gizi snack bar ubi ungu. Jurnal Siti Rufaidah, 2(3), 150–159.

Wahyuni, C., Affan, M., Falah, F., & Nugrahini, A. D. (2026). Healthy snack bar kombinasi ubi jalar ungu. Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 20(1), 26–41. https://do i.org/10. 21107/agroint ek.v20i1.28623

Wijayanti, A. D., Zulaekha, S., & Sudaryanto, R. (2025). Efektivitas program PMT lokal terhadap peningkatan berat badan balita underweight dan wasting. Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan, 9(2), 337–344. https://doi.org/10.22487/gazaqy98

Zulaekah, S., Kusumawati, S., & Rahmawati, H. (2025). Pengaruh jenis makanan tambahan berbasis pangan lokal terhadap pertumbuhan tinggi badan balita stunting. Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan, 9(2), 196–202. https://doi.org/10.22487/ffveeq23

Downloads

Published

2026-06-25

Issue

Section

Articles

How to Cite

Uji Daya Terima Kue Talam dengan Penambahan Ubi Jalar Ungu dan Kacang Hijau sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada Balita Underweight. (2026). Ghidza: Jurnal Gizi Dan Kesehatan, 10(1), 150-160. https://doi.org/10.22487/xg6c2209

Similar Articles

1-10 of 121

You may also start an advanced similarity search for this article.