Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah Di Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji Makassar

Article History

Submited : June 18, 2020
Published : June 18, 2020

Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) adalah bayi lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram. Penyebab kematian bayi baru lahir (neonatus) yang terbanyak disebabkan oleh kegawatdaruratan dan penyulit pada masa neonatus, salah satunya Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). Penelitian bertujuan untuk mendapatkan gambaran kejadian BBLR di RSUD Labuang Baji Makassar. Metode penelitian adalah penelitian survei dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling. Dari total populasi sebanyak 427 orang, diperoleh sampel sebanyak 120 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan kelompok umur ibu <20 dan >35 tahun (risiko tinggi) sebanyak 65 orang (54,1%) dan pada kelompok umur 20-35 tahun (risiko rendah) sebanyak 55 orang (45,83%), paritas 1-3 (risiko rendah) sebanyak 45 orang (37,5%) dan pada paritas >3 (risiko tinggi) sebanyak 75 orang (62,5%), status ekonomi tinggi (UMR >1.440.000/bulan) sebanyak 30 orang (25%) dan status ekonomi rendah (UMR <1440.000/bulan) sebanyak 90 orang (75%). Kesimpulan yaitu umur ibu, paritas, dan status ekonomi merupakan faktor-faktor risiko terjadinya BBLR

Administrative Committee on Coordination/ Subcommittee on Nutrition (ACCN). 2000. Fourth Report On The World Nutrition Situation. Geneva: Administrative Committee on Coordination/Subcommittee on Nutrition in collaboration with the International Food Policy Research Institute.

Asia, S. (2012). WHA Global Nutrition Targets 2025 : Low Birth Weight Policy Brief.

Conde-Agudelo, A., Rosas-Bermúdez, A., & Kafury-Goeta, A. C. (2006). Birth spacing and risk of adverse perinatal outcomes: A meta-analysis. Journal of the American Medical Association, 295(15), 1809–1823. https://doi.org/10.1001/jama.295.15.1809

Jitowiyono, Sugeng dkk. 2010. Asuhan Keperawatan Neonatus dan Anak. Yogyakarta : Nuha Medika.

Khoiriah, A. (2015). Hubungan Antara Usia dan Paritas Ibu Bersalin dengan Bayi Berat Lahir Rendah ( BBLR ) di Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang. 310–314.

Lahir, B., & Djamil, R. M. (2015). Artikel Penelitian Faktor Risiko yang Berpengaruh terhadap Kejadian Berat. 4(3), 664–673.

Lestari, Y. A., & Apriani, E. (2016). Perbedaan berat badan lahir dan nilai apgar bayi pada ibu paritas tinggi dan paritas rendah di rsud cilacap tahun 2016. 343–353.

Manuaba I.B.G. 2009. Buku Ajar Patologi Obstetri. Jakarta: ECG.

Maryunani, Anik, dkk. 2009. Asuhan kegawatdaruratan dan penyulit pada neonatus. Yogyakarta: Nuha Medika.

Notoatmodjo, Soekidjo. 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineke Cipta.

Proverawati, Atika dkk. 2010. Bayi Berat Lahir Rendah. Yogyakarta: Nuha Medika.

Putra, G., Sohibien, D., & Yuhan, R. J. (n.d.). Determinan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Indonesia. https://jurnal.stis.ac.id/index.php/jurnalasks/article/view/182

Simbolon, D. (2012). Berat Lahir dan Kelangsungan Hidup Neonatal di Indonesia. Kesmas: National Public Health Journal, 7(1), 8. https://doi.org/10.21109/kesmas.v7i1.70

Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2017. Jakarta: Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.

Winkjosastro, Hanifa. 2005. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Yuliani, Y., Putra, I. W. G. A. E., & Windiani, I. G. A. T. (2015). Faktor Risiko Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah di Rumah Sakit Umum Daerah dr.R.Soedjono Kabupaten Lombok Timur. Public Health and Preventive Medicine Archive, 3(2), 133. https://doi.org/10.15562/phpma.v3i2.104
Masithah, S. (2020). Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah Di Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji Makassar. Ghidza: Jurnal Gizi Dan Kesehatan, 3(2), 52-54. https://doi.org/10.22487/ghidza.v3i2.21
Fulltext