Sistem Informasi Geografis Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Kasus Diare di Kabupaten Sidoarjo Tahun 2019

Article History

Submited : August 13, 2021
Published : April 30, 2023

Sistem Informasi Geografis (SIG) di bidang kesehatan telah dikenal luas sebagai alat bantu surveilans, bahkan pada tingkat lanjut SIG dapat digunakan untuk memprediksi atau meramalkan suatu kejadian penyakit berdasarkan faktor risiko. SIG dapat membantu dalam menentukan rencana pencegahan dan pengendalian, dua diantaranya yaitu dengan melakukan pemetaan dan analisis faktor apa saja yang mempengaruhi kasus diare. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan pemetaan dan analisis faktor apa saja yang dapat mempengaruhi kasus diare di Kabupaten Sidoarjo tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah semua kecamatan di Kabupaten Sidoarjo pada tahun 2019, yaitu sejumlah 18 kecamatan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua total populasi. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemetaan untuk menggambarkan sebaran data di tiap wilayah dan regresi linier berganda untuk mengidentifikasi faktor yang berpengaruh terhadap jumlah kasus diare menggunakan aplikasi GeoDa. Hasil analisis menunjukkan bahwa kepadatan penduduk tertinggi terdapat di Kecamatan Waru, Taman, Sidoarjo, dan Gedangan. Jumlah puskesmas terbanyak terdapat di Kecamatan Sidoarjo. Jumlah jamban sehat terbanyak terdapat di Kecamatan Sidoarjo, Candi, Taman, dan Waru. Jumlah kasus diare dipengaruhi oleh kepadatan penduduk (p=0,00611) dan jumlah jamban sehat (p=0,00514). Penelitian menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi jumlah kasus diare adalah kepadatan penduduk dan jumlah jamban sehat, sedangkan variabel jumlah puskesmas tidak berpengaruh.

1. Kemenkes RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2020 Tentang Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2020-2024. 2020.
2. Ganinov IT, Huda S. Penerapan Sistem Informasi Geografis Faktor Risiko Penyakit Leptospirosis. J Ilm Ilmu Kesehat Wawasan Kesehat. 2019;5(2):280–4.
3. Waskito DY, Kresnowati L, Subinarto S. Pemetaan Sebaran Sepuluh Besar Penyakit Di Pusat Kesehatan Masyarakat Mojosongo Kabupaten Boyolali Berbasis Sistem Informasi Geografis. J Ris Kesehat. 2018;6(2):7.
4. United Nations Children’s Fund (UNICEF). One Is Too Many: Ending Child Deaths from Pneumonia and Diarrhea. New York: UNICEF; 2016.
5. United Nations Children’s Fund (UNICEF). The State of Children In Indonesia. Jakarta: UNICEF Indonesia; 2020.
6. Kemenkes RI. Kenali Diare pada Anak dan Cara Pencegahannya [Internet]. 2017. Tersedia pada: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/
7. Dinkes Jatim. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2019. 2020.
8. Dinkes Sidoarjo. Profil Kesehatan Kabupaten Sidoarjo 2019 [Internet]. 2020. Tersedia pada: http://dinkes.sidoarjokab.go.id/2020/08/26/profil-kesehatan-kabupaten-sidoarjo-tahun-2019/
9. Mardhatillah M. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kasus Penyakit Diare di Provinsi Sumatera Barat Menggunakan Analisis Regresi Spasial [Internet]. 2020. Tersedia pada: http://repository.unp.ac.id/31271/
10. Rahman HF, Widoyo S, Siswanto H, Biantoro B. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Diare di Desa Solor Kecamatan Cermee Bondowoso. NurseLine J. 2016;1(1):24–35.
11. Margarethy I, Suryaningtyas NH, Yahya Y. Kejadian Diare Ditinjau Dari Aspek Jumlah Penduduk dan Sanitasi Lingkungan (Analisis Kasus Diare di Kota Palembang Tahun 2017). Medica Arter. 2020;2(1):10.
12. Kemenkes RI. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2019 Tentang Pusat Kesehatan Masyarakat. 2019.
13. Riskesdas. Riset Kesehatan Dasar Tahun 2018. Jakarta: Kemenkes RI; 2019.
14. Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2017. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI; 2018.
15. Rohmah N, Syahrul F. Hubungan Kebiasaan Cuci Tangan Dan Penggunaan Jamban Sehat Dengan Kejadian Diare Balita. J Berk Epidemiol. 2017;5(1):95.
Fajriyah, I. (2023). Sistem Informasi Geografis Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Kasus Diare di Kabupaten Sidoarjo Tahun 2019. Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat, 14(1), 38-46. https://doi.org/10.22487/preventif.v14i1.334
Fulltext