Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Keracunan Pestisida Pada Petani Sayur Di Kelurahan Bakung Jaya Kota Jambi: Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Keracunan Pestisida Pada Petani Sayur Di Kelurahan Bakung Jaya Kota Jambi

Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Keracunan Pestisida Pada Petani Sayur Di Kelurahan Bakung Jaya Kota Jambi

Article History

Submited : November 2, 2023
Published : January 3, 2024

Dunia pertanian membutuhkan berbagai dukungan dalam bentuk fisik untuk dapat meningkatkan produksi panen yang dihasilkan misalnya berbagai macam perpupukan, peralatan yang menunjang, dan termasuk pestisida yang marak digunakan dalam bertani. Jika penggunaan pestisida tidak sesuai aturan dosis, dapat menimbulkan keracunan hingga kematian. Kelurahan Bakung Jaya merupakan daerah penghasil sayur- sayuran di kota Jambi dengan jumlah petani sayur sebanyak 50 orang, para petani sayur ini setiap harinya sering terpapar dengan pestida yang digunakan sebagai pembasmi hama maupun pupuk yang digunakan untuk meningkatkan produktivitas sayuran yang ditanamnya. Berdasarkan study awal terhadap beberapa petani meyatakan bahwa ada beberapa keluhan kesehatan yang dirasakan oleh petani seperti cemas, pusing, sakit kepala, tremor, mual serta sempoyongan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berbagai faktor yang berhubungan dengan keracunan pestisida pada petani sayur di Kelurahan Bakung Jaya Kota Jambi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Crossectional dengan jumlah responden sebanyak 40 orang. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa Ada hubungan antara pengetahuan petani terhadap keracunan pestisida dengan nilai p-value 0,006. Ada hubungan antara perilaku petani terhadap keracunan pestisida dengan nilai p-value 0,038. Ada hubungan antara Alat Pelindung Diri (APD) yang digunakan oleh petani terhadap keracunan pestisida dengan nilai p-value 0,067. Hasil analisis multivariat diperoleh Variabel yang paling signifikan adalah APD (p-value=0,044) dengan arti Petani yang tidak menggunakan APD berisiko 5 kali terpapar pestisida jika dibandingkan dengan petani yang menggunakan APD. Diharapkan kepada puskesmas Talang bakung untuk segera membentuk POS UKK di wilayah tersebut guna meningkatkan pengetahuan petani serta meminimalisir petani dari paparan pestisida.

1. Soedarto. Lingkungan dan Kesehatan. 1st ed. Jakarta: Sagung Seto; 2013. 127 p.
2. Nasution L. Buku Ajar Pestisida dan Teknik Aplikasi. Vol. 1, Buku Ajar Pestisida dan Teknik Aplikasi. 2022. 22–25 p.
3. Putri; onny; yusniar. Mempengaruhi Tingkat Keracunan Pestisida. Kesehat Masy. 2016;4(1):427–35.
4. juli selamet soemirat. Toksikologi Lingkungan. 3rd ed. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press; 2009. 137 p.
5. Yusniar Hanani Darundiati. Dasar Kesehatan Lingkungan. Semarang: FKM UNDIP Press; 2017. 235 p.
6. Halisa SN, Ningrum PT, Moelyaningrum AD. Analisis Pajanan Organofosfat Terhadap Kadar Kolinesterase Pada Petani Sayuran Kubis di Desa Tanjung Rejo Kabupaten Jember. J Kesehat Lingkung Indones. 2022;21(2):144–51.
7. Kurniadi D dkk. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Kesehatan Akibat Paparan Pestisida pada Petani. 2018;XII(80):13–8.
8. Swacita IBN. Pestisida dan Dampaknya Terhadap Lingkungan. SimdosUnudAcId [Internet]. 2017;5. Available from: https://simdos.unud.ac.id/uploads/file_pendidikan_1_dir/85b4ff189dadfdaa360ee6200603c0ad.pdf
9. Yuantari MGC, Widiarnako B, Sunoko HR. Tingkat Pengetahuan Petani dalam Menggunakan Pestisida ( Studi Kasus di Desa Curut Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan ). Semin Nas Pengelolaan Sumberd Alam dan Lingkung 2013. 2013;142–8.
10. Arsi A, Sukma AT, SHK S, Hamidson H, Irsan C, Suwandi S, et al. Penerapan Pemakaian Pestisida yang Tepat dalam Mengendalikan Organisme Penganggu Tanaman Sayuran di Desa Tanjung Baru, Indralaya Utara. SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknol dan Seni bagi Masyarakat). 2022;11(1):108.
11. Ayu G, Triani L, Tuningrat IAM. Pengaruh Pencucian dan Perebusan terhadap Residu Insektisida pada Asparagus (Asparagus Officinalis) yang Dihasilkan di Kabupaten Badung. J Ilm Teknol Pertan AGROTECHNO. 2016;1(1):51–5.
12. Sulistiyono L. Sistem Pertanian Tanaman Hortikultura. 2004;1–15.
13. Zein SS. Hubungan Paparan Pestisida Organofosfat terhadap Jumlah Kadar Enzim Kolinesterase dalam Darah pada Petani Cabai dan Semangka di Desa Karang Gading Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten Deli Serdang. Fakultas Kesehatan Masyarakat. 2020. 92 p.
14. Mawaddah RA El, Sugiarto, Kurniawati E. Faktor yang Berhubungan Dengan Tekanan Darah Pada Petani di Wilayah Kerja Puskesmas PAAL Merah II Kota Jambi Tahun 2021. J Inov Penelit. 2022;2(10):3297–302.
15. Mayasari D, Silaban I. Pengaruh Pajanan Organofosfat terhadap Kenaikan Tekanan Darah pada Petani. J Agromedicine. 2019;6(1):186–93.
16. Ardiansyah RM, Setiani O. Literatur Review : Hubungan Penggunaan Pestisida dengan Kejadian Gangguan Neurologis pada Petani. 2023;VIII(4):7400–5.
17. Rustia HN. Pengaruh Pajanan Pestisida Golongan Organofosfat terhadap Penurunan Aktivitas Enzim Cholinesterase pada Darah Petani Sayuran Penyemprot Pestisida (Kelurahan Campang, Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus, Lampung). Fak Kesehat Masy. 2009;Skripsi Sa:110.
Kurniawati, E. (2024). Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Keracunan Pestisida Pada Petani Sayur Di Kelurahan Bakung Jaya Kota Jambi. Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat, 14(3), 649-664. https://doi.org/10.22487/preventif.v14i3.985
Fulltext