Pelatihan Pembuatan Olahan Aneka Kue Berbasis Umbi-Umbian Di Kelurahan Lambara Kota Palu

Bohari Bohari Bio | Nurdin Rahman Bio | Ariani Ariani Bio | Fendi Pradana Bio
Article History

Submited : October 6, 2020
Published : October 6, 2020

Sampai saat ini umumnya pemanfaatan umbi-bumbian hanya dikonsumsi dalam bentuk segar ataupun direbus hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan dan keterampilan tentang pengolahan kue berbahan dasar umbi-umbian khususnya ibu-ibu kader kesehatan di Kelurahan Lambara, Kota Palu. Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan peserta dalam pembuatan aneka kue berbasis umbi-umbian, memberikan ketrampilan cara pembuatan aneka kue berbasis umbi-umbian, memberikan pengetahuan dan ketrampilan cara menghitung nilai gizi, biaya produksi dan harga jualnya untuk dipasarkan. Manfaat dari yang dicapai dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah peserta dapat mengetahui cara membuat aneka kue berbasis umbi-umbian untuk menjadi makanan yang lebih menarik dan bervariatif, peserta memiliki keterampilan pembuatan aneka kue berbasis umbi-umbian untuk menjadi kue yang lebih menarik dan bervariatif, dapat meningkatkan pendapatan ibu-ibu kader kesehatan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan keluarga di Kelurahan Lambara Kota Palu. Metode yang akan digunakan dalam kegiatan pelatihan ini adalah: 1) Metode ceramah : digunakan untuk  menjelaskan materi tentang macam-macam pegolahan kue berbasis umbi-umbian. 2) Metode Praktek : digunakan untuk mempraktekkan macam-macam kue berbasis umbi-umbian. 3) Metode Diskusi : Dilakukan setelaj kegiatan selesai kegiatan pelatihan untuk mengetahui respon peserta. Peserta dalam kegiatan pelatihan ini adalah ibu-ibu kader kesehatan di Kelurahan Lambara Kota Palu. Hasil kegiatan yaitu para peserta berhasil membuat brownis dan cookies ubi ungu, serta mendapatkan informasi nilai gizi dan nilia ekonomi dari kue yang dibuat

  1. Husna, N. E., Novita, M., & Rohaya, S. (2013). Kandungan Antosianin Dan Aktivitas Antioksidan Ubi Jalar Ungu Segar Dan Produk Olahannya. AGRITECH, 33(3), 296–302.
  2. Jiao, Y., Seeger, K., Lautrette, A., Gaubert, A., Mousson, F., Guerois, R., Mann, C., & Ochsenbein, F. (2012). Surprising complexity of the Asf1 histone chaperone-Rad53 kinase interaction. Proceedings of the National Academy of Sciences, 109(8), 2866–2871. https://doi.org/10.1073/pnas.1106023109
  3. Nugroho, R., & Randy. (2007). Manajemen Pemberdayaan: Sebuah Pengantar & Panduan Untuk Pemberdayaan Masyarakat. Elex Media Komputindo. https://www.bukukita.com/Referensi/Referensi-Umum/55037-Manajemen-Pemberdayaan-:-Sebuah-Pengantar-&-Panduan-untuk-Pemberdayaan-Masyarakat.html
  4. Suda, I., Oki, T., Masuda, M., Kobayashi, M., Nishiba, Y., & Furuta, S. (2003). Physiological Functionality of Purple-Fleshed Sweet Potatoes Containing Anthocyanins and Their Utilization in Foods. Japan Agricultural Research Quarterly: JARQ, 37(3), 167–173. https://doi.org/10.6090/jarq.37.167
  5. Ticoalu, G. D., Yunianta, & Maligan, J. M. (2016). Pemanfaatan Ubi Ungu (Ipomoea Batatas) Sebagai Minuman Berantosianin Dengan Proses Hidrolisis Enzimatis. Jurnal Pangan Dan Agroindustri, 4(1), 46–55.
  6. Winarno. (2004). Kimia Pangan dan Gizi. PT. Gramedia Pustaka Utama
Fulltext