Physical Potential Hazards On The Palm Oil Processing Of PT.Perkebunan Nusantara VII 2019

Agung Ikhssani Bio
Article History

Submited : August 10, 2020
Published : August 1, 2020

Identification of potential hazards is the basis of modern occupational safety management and hazards can threaten whenever and wherever including the agricultural sector. To develop the economic strength of the agricultural sector, it is necessary to increase productivity. One way that can be done is to increase employee productivity through the Employee Safety and Health program. The purpose of this study was to determine the potential physical hazards in the PPKS PTPN VII Bekri Business Unit. This type of research is interviews and observations that aim to find an overview of the assessment of physical potential hazards in the palm oil processing PT. Perkebunan Nusantara VII Bekri business unit. The physical potential hazards found in the Palm Oil Processing Plant (PPKS) are the potential hazards of noise generated by machines> 85dB, hot working climate inside the factory, vibrations from the processing process, and improper lighting in the factory. Physical potential hazards contained in the PPKS unit are auditory and non-auditory disturbances on the dangers posed by noise, headaches and dehydration as well as attacks that can arise due to heat, discomfort due to inappropriate lighting resulting in potential work accidents and the appearance of musculoskeletal disorders due to a potential vibration hazard

[1]. Pusat Data Dan Sistem Informasi Pertanian Sekretariat Jenderal KP. Statistik Ketenagakerjaan Sektor Pertanian Februari 2018.
[2]. Mangowal J. Pemberdayaan Masyarakat Petani Dalam Meningkatkan Pengembangan Ekonomi Pedesaan Di Desa Tumani Kecamatan Maesaan Kabupaten Minahasa Selatan. Governance. 2013.
[3]. Zulyanti NR. Komitmen Kebijakan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Sebagai Upaya Perlindungan terhadap Tenaga Kerja. Adm Publik. 2013.
[4]. DPR RI. Implementasi Pola Kemitraan Usaha Tani Sawit Pada PT. Perkebunan Nusantara VII Unit Bekri. 2019.
[5]. Hapsari E. Implementasi Pola Kemitraan Usaha Tani Sawit Pada Pt . Perkebunan Nusantara Vii Unit Bekri. 2016.
[6]. PT Perkebunan Nusantara VII. Laporan Tahunan 2009 PTPN VII. 2009;1–155.
[7]. Sari H, Tarigan L, Andani EN. Penilaian Risiko Kecelakaan Kerja Pada Bagian Pengolahan Kelapa Sawit (PKS) Di PTPN IV Kebun Sosa. 2015
[8]. Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Republik Indonesia. Peraturan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor Per.13/Men/X/2011 Tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika Dan Faktor Kimia Di Tempat Kerja. 2011.
[9]. Azmi AN. Hubungan Intensitas Suara Dengan Gangguan Pendengaran Pekerja Unit Kiln Pt . Holcim Indonesia Tbk . Cilacap Plant Tahun 2016. 2016;83–97.
[10]. Silitonga N, Adnan A, Isranuri I, Haryuna TSH. Hubungan Kebisingan dengan Pendengaran Pekerja. 2016;51(Hubungan kebisingan dengan pendengaran pekerja):1–7.
[11]. Ayu Permatasari Y. Hubungan Tingkat Kebisingan dengan Gangguan Psikologis Pekerja di Bagian Weaving di PT. X Batang, Jawa Tengah. J Kesehat Masy Univ Diponegoro. 2013.
[12]. Kholik HM, Krishna DA. Analisis Tingkat Kebisingan Peralatan Produksi Terhadap Kinerja Karyawan. J Tek Ind. 2012.
[13]. Starizky O, Ekawati, Jayanti S. Hubungan Antara Beban Kerja Dan Iklim Kerja Dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerjaan Pengukuran Tanah Menggunakan Alat Teodolit. J Kesehat Masy. 2016;4(3):549–56.
[14]. Sari MP. Iklim Kerja Panas dan Konsumsi Air Minum Saat Kerja Terhadap Dehidrasi. HIGEIA (Journal Public Heal Res Dev. 2017;1(2):108–18.
[15]. Wulandari J, Ernawati M. Efek Iklim Kerja Panas Pada Respon Fisiologis Tenaga Kerja Di Ruang Terbatas. Indones J Occup Saf Heal. 2018;6(2):207.
[16]. Saputri ZD. Analisis Pajanan Tekanan Panas dan Keluhan Subjektif Pada Pekerja di Bagian Produksi PT Frisian Flag Indonesia Plant Ciracas Tahun 2014. Univ Indones. 2014;
[17]. Mentri Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Mentri Kesehatan RI Nomor 15 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Cacingan. 2017;
[18]. Yusuf M. Efek Pencahayaan Terhadap Prestasi Dan Kelelahan Kerja Operator. Ind Eng Natl Conf ( IENACO ). 2015;24–9.
[19]. Novtikasari R, Setyaningsih Y, Wardani RS. Hubungan Karakteristik Pekerja, Penggunaan APD, dan Pencahayaan dengan Kecelakaan Kerja (Studi di Unit Usaha Pengrajin Monel Desa Kriyan Kalinyamatan Jepara). 2017;
[20]. Rahmayanti D, Artha A. Analisis Bahaya Fisik: Hubungan Tingkat Pencahayaan dan Keluhan Mata Pekerja pada Area Perkantoran Health, Safety, and Environmental (HSE) PT. Pertamina RU VI Balongan. J Optimasi Sist Ind. 2016;
[21]. Wiyanti N, Martiana T. Hubungan Intensitas Penerangan Dengan Kelelahan Mata Pada Pengrajin Batik Tulis. Indones J Occup Saf Heal. 2017;4(2):144.
[22]. Ayu RP, Erwandi D. Gambaran Intensitas Pencahyaan dan Keluhan Subyektif Kelelahan Mata pada Pekerja di Konveksi Jeans Daerah Kemayoran Jakarta Pusat pada Tahun 2013. 2013;(1405).
[23]. Charles LE, Ma CC, Burchfiel CM, Dong RG. Vibration and Ergonomic Exposures Associated With Musculoskeletal Disorders of the Shoulder and Neck. Vol. 9, Safety and Health at Work. 2018. p. 125–32.
[24]. Kim J, Lee W, Won JU, Yoon JH, Seok H, Kim YK, et al. The relationship between occupational noise and vibration exposure and headache/eyestrain, based on the fourth Korean Working Condition Survey (KWCS). PLoS One. 2017;12(5).
[25]. Krajnak K. Health effects associated with occupational exposure to hand-arm or whole body vibration. Vol. 21, Journal of Toxicology and Environmental Health - Part B: Critical Reviews. 2018. p. 320–34.
Ikhssani, A. (2020). Physical Potential Hazards On The Palm Oil Processing Of PT.Perkebunan Nusantara VII 2019. Preventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat, 10(2), 95-103. https://doi.org/10.22487/preventif.v10i2.124
Fulltext