Pendampingan Cuci Tangan Pakai Sabun di SDN Al-Akbar Petobo

Sitti Radhiah Bio | Kiki Sanjaya Bio | Pitriani Pitriani Bio
Article History

Submited : October 9, 2020
Published : October 9, 2020

Kejadian penyakit menular merupakan hal yang sangat mengkhawatirkan terutama pada anak-anak usia sekolah. Kejadian penyakit menular dapat dicegah dan dikendalikan laju penularannya melalui upaya Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) khususnya pada lima waktu penting. Bahkan saat ini, CTPS menjadi salah satu anjuran kunci WHO dalam mencegah penularan Covid-19 yang mewabah sejak akhir 2019. Siswa/siswi sekolah dasar memiliki potensi sebagai “Agent of Change” untuk mempromosikan CTPS di sekolah, keluarga dan masyarakat. Perubahan perilaku pada anak sekolah sejak dini diharapkan akan menjadi kebiasaan baik hingga usia dewasa. Fakta inilah yang mendasari digagasnya upaya pendampingan CTPS di SDN Al-Akbar Petobo sebagai upaya perubahan perilaku siswa dalam mempraktekkan CTPS. Untuk menudukung perubahan perilaku siswa, maka telah disediakan 2 buah sarana CTPS di sekolah tepatnya di area depan kelas. Selain menyediakan sarana CTPS juga dilakukan edukasi melalui media sosial. Materi edukasi yang disajikan dalam bentuk video yang memuat tentang pentingnya CTPS, 5 waktu penting CTPS dan langkah-langkah CTPS sesuai standar WHO. Video dikirimkan kepada guru wali kelas untuk selanjutnya disebarkan ke group belajar siswa/siswi mengingat pembelajaran saat ini sebagian besar berbasis online. Video edukasi CTPS juga disebarkan secara luas melalui FB dan Instagram mahasiswa Peminatan Kesehatan Lingkungan FKM UNTAD.

Achmadi, U.F., 2011. Penyakit Berbasis Lingkungan, 1st ed. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Hartati, S., Nurazila, 2018. Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Rejosari Pekanbaru. J. Endur.
Irwan, 2017. Epidemiologi Penyakit Menular. CV. Absolute Media, Yogyakarta.
Kementerian Kesehatan, D.K.L.D.K.M., 2019. Kebijakan Nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Kementerian Kesehatan RI, Jakarta.
Kementerian Kesehatan, R., 2018. Hasil Utama RISKESDA
Fulltext