Pola Makan dan Kejadian Obesitas Pada Anak Sekolah Dasar Di Kabupaten Gorontalo

Article History

Submited : June 18, 2020
Published : June 18, 2020

Obesitas merupakan masalah global yang melanda masyarakat dunia baik di Negara maju maupun Negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui pola makan dengan kejadian obesitas pada anak sekolah dasar di Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini dilaksanakan di 2 sekolah dasar di Kabupate Gorontalo. Desain penelitian menggunakan desain descriptive. Sampel salam penelitian adalah siswa sekolah dasar kelas 4,5,&6 (n= 238) siswa yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan secara langsung dengan metode wawancara menggunakan kuisioner terstruktur dan Formulir Recall 24 jam. Keseluruhan sampel yang bersedia  menjadi sampel menandatangani informed Concent disertakan dalam penelitian.Analisis data menggunakan SPSS 22 serta analisis asupan makanan menggunakan Nutrisurvey. Berdasarkan hasil penelitian 53,8% anak memiliki kebiasaan mengkonsumsi Junk Food  sering ( ≥3 kali/ minggu). Dan hasil analisis asupan makanan yang diperoleh melalui food Recall 24 jam  rata-rata anak dengan asupan Karbohidrat ≥80% AKG, asupan Protein ≤ 80% AKG, dan Asupan Lemak ≥80% AKG. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu konsumsi junk food pada anak sangat sering  yaitu ≥ 3 kali / minggu dan rata-rata asupan karbohidrat dan lemak ≥80% AKG dan asupan Protein rendah ≤ 80%

Arlinda,Sheva.2015. Hubungan Konsumsi Fastfood dengan Obesitas pada remaja Di SMP Muhamadiyyah 10 Yogyakarta.

CDC. (2015). Physical Activity and Health. Retrieved from Centers for Disease Control and Prevention: https://www.cdc.gov/physicalactivity/basics/pa- health/index.htm

CDC. (2016). Childhood Obesity Causes & Consequences - Overweight & Obesity. Retrieved Juni 18, 2017, from Centers for Disease Control and Prevention: https://www.cdc.gov/obesity/childhood/causes.html

Cahyani Bernadette Riski. (2009). Besar Risiko Konsumsi Makanan Cepat Saji Western dan Lama Mennonton TV Terhadap Kejadian Obesitas Pada Anak SD. Skripsi. Universitas Dipenegoro.

Damopolii, Winarsi dkk. (2013) Hubungan Konsumsi Fastfood dengan Kejadian Obesitas pada Anak SD di Kota Manado. Skripsi Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado.

Ermona,N.D.N., Bambang Wirajatmadi, (2018). Hubungan Aktifitas Fisik dan Asupan Gizi dengan Gizi Lebih pada anak usia sekolah dasar di SDN Ketabang 1 Kota Surabaya Tahun 2017.

Ginanjar Wahyu, Genis. Obesitas pada anak. Yogyakarta: B First. 2009

KEMENKES. (2010). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia tentang Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Retrieved from http://gizi.depkes.go.id/wp- content/uploads/2011/11/buku-sk-antropometri-2010.pdf

Kementrian Kesehatan Indonesia. 2012. Pedoman Pencegahan dan Penanggulangan Kegemukan dan Obesitas pada Anak Sekolah. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementrian Kesehatan Indonesia. 2013. Riset Kesehatan Dasar, RISKESDAS. Jakarta. Balitbang Kemenkes RI

Laguna, M., Ruiz, J. R., Gallardo, C., Pastor, T. G., Lara, M. T., & Aznar, S. (2013). Obesity and physical activity patterns in children and adolescents. Journal of Paediatrics and Child Health, 49(11), 942-949. doi:10.1111/jpc.12442

Liu, Y., Chen, H., Liang, L., & Wang, Y. (2013). Parent-child resemblance in weight status and its correlates in the United States. Plos One, 8(6), 1-12. doi:10.1371/journal.pone.0065361

Maruf, F. A., Aronu, U., Chukwuegbu, K., & Aronu, E. (2013). Influence ofgenderonprevalence of overweight and obesity in Nigerianschoolchildren and adolescents. Tanzania Journal of Health Research, 15(4), 1-6. doi:10.4314/thrb.v15i4.6

Notoatmodjo, S.(2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta. 2010

Misnadiarly. (2007). Obesitas sebagai Faktor Risiko dari beberapa Penyakit.Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Ogden, Cynthia L; Carroll, Margaret D; Fryar, Cheryl D; Flegal, Katherine M. (2015). Products - Data Briefs. United States: Centers for Disease Control and Prevention. Retrieved Juni 16, 2017, from Centers for Disease Control and Prevention: https://www.cdc.gov/nchs/products/databriefs/db219.htm

Ounis, O. B., Elloumi, M., Zouhal, H., Makni, E., Denguezli, M., Amri, M., . . . Tabka, Z. (2010). Effect of individualized exercise training combined with diet restriction on inflammatory markers and IGF-1/IGFBP-3 in obese children. Annals of Nutrition & Metabolism, 56(4), 260-266. doi:10.1159/000275888

Sartika, R Ayu Dewi. 2011. Faktor Risiko Obesitas pada Anak 5 – 15 Tahun di Indonesia.Makara, Kesehatan, Vol.15, No.1, Juni 2011: 37,43. Available at

Simatupang MR. 2008. Pengaruh Pola Konsumsi terhadap kejadian obesitas pada siswa Sekolah Dasar Swasta di Kecamatan Medan Baru. Tesis dipublikasikan. Medan: Universitas Sumatera Utara

Windha P. (2016). Gambaran Perilaku Makan pada anak gemuk dan obesitas di SDSN Ujung Menteng 01 Pagi Jakarta Timur dalam Skripsi. Jakarta : Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah

WHO. (2016). Obesity and Overweight. Retrieved September 5, 2017, from WHO: http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs311/en/

WHO. (2017). Malnutrition. Retrieved Juni 15, 2017, from WHO: http://www.who.int/mediacentre/factsheets/malnutrition/en/

World Health Organization, (2017). Physical Activity. Diakses 2 Oktober dari: http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs385/en
Maesarah, M., Djafar, L., & Adam, D. (2020). Pola Makan dan Kejadian Obesitas Pada Anak Sekolah Dasar Di Kabupaten Gorontalo. Ghidza: Jurnal Gizi Dan Kesehatan, 3(2), 55-58. https://doi.org/10.22487/ghidza.v3i2.22
Fulltext